Selasa
(26/5) Menteri Agama Republik Indonesia, H. Lukman Hakim Saefuddin menabuh
bedug sebagai bentuk simbolik dilaunchingnya
IAIN Purwokerto yang bertempat di Aula Gedung Rektorat IAIN Purwokerto.
Launching ini dibarengi dengan seminar pendidikan serta penetapan logo, mars,
hymne dan jas almamater IAIN Purwokerto.
Kedatangan
Menteri Agama RI di IAIN Purwokerto disambut dengan iringan musik gamelan. Acara
yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh para Rektor IAIN
maupun Ketua Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), Kepala Kanwil
Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Bakorwil Provinsi Jawa Tengah, Wakil
Bupati Banyumas, Tokoh-tokoh Ormas Keagamaan, dan para pejabat di lingkungan
Kabupaten Banyumas.
Acara
dimeriahkan dengan sambutan-sambutan, dimulai dari Rektor IAIN Purwokerto,
Wakil Bupati Banyumas, dan yang terakhir adalah Menteri Agama RI dilanjutkan
dengan launching IAIN Purwokerto. Dalam sambutannya, Menteri Agama RI memberikan
apresiasi besar terhadap para pemenang dalam sayembara logo, mars, hymne dan
jas alamamater IAIN Purwokerto. Ia juga memaparkan beberapa hal, bahwa IAIN
Purwokerto harus menjadi lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam yang mampu
mengintegrasikan antara ilmu, Islam, dan Indonesia. “Ketiganya sesungguhnya,
memungkinkan untuk dipadukan dan menghasilkan sebuah peradaban baru, peradaban
yang memiliki jati diri dan menjadi kebanggaan kita” paparnya.
Dengan
demikian, IAIN Purwokerto dapat menjadi perguruan tinggi Islam yang berkarakter
ke-Indonesia-an. Hal ini dapat dikombinasikan dengan adanya ciri khas budaya dan tradisi ke-Islam-an
yang senantiasa direvitalisasi dengan tetap terbuka atas wacana pembaharuan dan
pemikiran yang konstributif bagi pengembangan pendidikan nasional dan global. “Kita
harus mampu menjadikan kampus IAIN Purwokerto ini sebagai kampus nasional dan
dunia dengan tetap teguh atas kekhasan budaya sebagai khasanah lokalitas kita”
lanjut Menteri Agama.
Dua
arahan terakhir dari Menteri Agama RI adalah menjadikan IAIN Purwokerto sebagai kampus yang mampu membentengi diri
dari pemikiran dan gerakan ekstrim radikal agama. Ancaman ekstrim radikalisasi
agama sangat kuat dan nyata serta tidak bisa dibiarkan. Hal itu harus dihadapi dengan
mengembangkan pemikiran dan gerakan ke-Islam-an yang rahmatan lil alamin,
pemikiran dan gerakan ke-Islam-an yang humanis, menjunjung tinggi demokrasi,
hak asasi manusia, mulitkultural dan semangat kemanusiaan dengan tanpa meninggalkan
bentuk identitas diri sebagai khalifah fil ardh.
IAIN
Purwokerto memiliki kekuatan tradisi akademik yang tinggi, kurikulum yang mampu
menciptakan manusia yang handal, memiliki sumber daya sosial yang berwawasan
global serta pembinaan terhadap mahasiswa yang beretika dan berpikiran dewasa,
didukung sarana dan prasarana serta
manajerial yang terbuka, akuntabel, dan profesional.
Hal
tersebut diamini oleh Rektor IAIN Purwokerto, yang sebelumnya dalam sambutannya
memnyampaikan bahwa IAIN Purwokerto telah bekerjasama dengan beberapa pondok
pesantren, sehingga mahasiswa yang belum lulus ujian Baca Tulis Alquran dan
Praktek Pengamalan Ibadah (BTA dan PPI) saat mendaftar di IAIN Purwokerto dapat
nyantri di pondok pesatren mitra IAIN
Purwoketo.
Wakil
DPRD kabupaten Banyumas juga memberikan arahan kepada segenap tamu yang hadir
bahwa lembaga pemerintahan daerah dan lembaga pendidikan, seperti IAIN Purwokerto,
dapat saling berkonstribusi guna mewujudkan masyarakat yang berpendidikan.
Terakhir,
Menteri Agama melakukan peninjauan terhadap lahan kosong di belakang kampus
IAIN Purwokerto yang rencananya akan dihibahkan untuk pembangunan kampus. (Nov)

0 comments:
Post a Comment